diam October 7, 2008
Posted by Celine in poem.5 comments
Dalam heningku,
Ku hanya ingin diam
Ku butuh diam
Menenangkan nurani barang sejenak
Menggapai setiap makna yang sempat hilang
Memahami warna mentari yang kadang menghangat
meski terkadang juga membekukan
Mengorek setiap jengkal asa yang terabaikan
Mencoba diam
dan songsong apa yang terhidang
Tapi…
Mengapa begitu sulit saat ini untuk membuatku diam
dalam keadaan sepenuhnya terjaga?
cidamar – dini hari, 6 syawal 1429 H
wahai alam dekaplah jiwa-ku, gelisah dan mencari
di langit ingin ku basuh wajah-ku, biar segar meraja
meniti hutan cemara…
sepintas jejak tertinggal, dalam lumpur terkubur
jerih-ku adalah beban, yang tak boleh terulang
[Hutan Cemara – Katon]
Makna Sebuah Titipan September 21, 2008
Posted by Celine in poem.1 comment so far
Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa: (more…)
Tentang Sahabat July 14, 2008
Posted by Celine in poem.7 comments
Sebelumnya, diingatkan, ini bukan partai sahabat versi anime Monster
..
Nice poem;
Bunga adalah cara-MU tersenyum,
Matahari tak lain daripada pelukan hangat-MU,
Bintang hanyalah cara-MU menjaga kami sepanjang malam,
dan Sahabat, Ia adalah cara-MU hadir nyata dalam kehidupan.
(“Sahabat’ by I Gede Prama)
Cq dapet puisi ini beberapa waktu lampau, dari seorang sahabat di smu, zaman muda [hehe...]. Irma Casper, (more…)
ttg rasa & pikiran June 22, 2008
Posted by Celine in poem.3 comments
Huah…bicara tentang ‘rasa’ atau ’sense’, saya tiba-tiba ingin menulis ulang tulisan lain dari rumi…:
Rasa itu adalah benih,
dan pikiran itu buahnya;
Rasa itu laut,
dan pikiran adalah mutiaranya.
Makan makanan yang halal
lahirkan kecenderungan beribadah kepada Tuhan
dan berketetapan untuk pergi ke dunia-Nya.
(re write from Page 86 – Healing Words by Rumi)
adakah hati-mu? June 6, 2008
Posted by Celine in poem.3 comments
Jika hati tidak ada,
bagaimana badan dapat bicara?
Jika hati tidak mencari,
bagaimana dapat mencari?
*re write ‘Healing Words’ by Rumi, P 121
cahaya mata, cahaya hati June 6, 2008
Posted by Celine in poem.2 comments
Cahaya yang bersinar di mata
adalah benar-benar cahaya hati.
Cahaya yang mengisi hati
adalah cahaya Tuhan,
yang murni terpisah
dari cahaya akal dan perasaan.
*re write, ‘Healing Words’ by Rumi, P 118
Sabar ~ Syukur June 6, 2008
Posted by Celine in poem.add a comment
Bersabar adalah
jiwa yang tahu bersyukur;
Bersabarlah,
sebab itulah pemuliaan yang sesungguhnya.
Tak ada pemuliaan
yang lebih berharga demikian.
Bersabarlah;
kesabaran dapat mengobati penyakit.
*re write, ‘Healing Words’ by Rumi, P 119
