Do Your Best, NOW! August 11, 2011
Posted by Celine in ramadhan-ku.trackback
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Notulensi kajian P-1 semalam (11 Ramadhan 1432) oleh mas Nuaim ttg QS Al Mukminun (23): 57 – 66
[إِنَّ ٱلَّذِينَ هُم مِّنْ خَشْيَةِ رَبِّهِم مُّشْفِقُونَ [٢٣:٥٧
Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka,
[وَٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَـٰتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ [٢٣:٥٨
Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka,
[وَٱلَّذِينَ هُم بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ [٢٣:٥٩
Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka,
[وَٱلَّذِينَ يُؤْتُونَ مَآ ءَاتَوا وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَٰجِعُونَ [٢٣:٦٠]
Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka,
Empat ayat diatas bercerita tentang ciri dari orang-orang yang utama (terkait ayat-ayat berikutnya) — memberikan apa yang diberikan ini merupakan konsep memberi dengan sepenuh hati. Bukan memberikan dengan syarat atau memberi dengan rasa memiliki. Hakikatnya segala yang kita punya adalah milik NYA, sehingga memberikan apa yang diberikan itu membuat Pemberian NYA diberikan lagi pada NYA melalui makhluk-NYA yang lain yang membutuhkan.
[أُولَـٰئِكَ يُسَـٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَهُمْ لَهَا سَـٰبِقُونَ [٢٣:٦١
mereka itu bersegera (yusarri’un) untuk mendapat kebaikan-kebaikan (al Khair), dan merekalah orang-orang yang berlomba-lomba (saabiquun) dalam memperolehnya.
Ayat ini menyatukan konsep bersegera & berlomba-lomba dalam satu ayat sekaligus.
Bersegera; makna yusarri’un disini adalah tidak menunda barang sedikit pun untuk melakukan kebaikan-kebaikan (al khair) begitu hadir di depan mata karena kebaikan itu sequensial. Sesuatu menjadi baik (khair) ketika dilakukan pada waktu yang itu. Begitu waktunya lewat, maka amalan terbaik di waktu berikutnya sudah berganti menjadi amalan yang lain. Pantaslah jika Imam Ghazali berkata, “Jika kamu menunda kebaikan hari ini, kapan kamu melakukan kebaikan hari esok..?”
Tentang berlomba-lomba (saabiquun); konsep yang ditanamkan disini adalah tidak mengandalkan orang lain. Selalu ada di depan. Semua orang adalah peserta lomba. Maka kerjakanlah ‘kebaikan’ dengan memanfaatkan semua potensi yang ALLAH ta’ala berikan pada masing-masing kita.
Adapun Al khair sendiri merujuk pada sesuatu yang terbaik yang di-Pilihkan-NYA. Hidangan ‘kebaikan’ apa yang bisa dilakukan detik ini? Saat ini? Lakukanlah dengan yusarri’un, karena begitu momennya lewat maka satu kesempatan melakukan kebaikan sudah lepas dan menghilang. Namun dengan Rahmaniyah-NYA, selalu ada kesempatan-kesempatan ‘kebaikan’ lain yang terhidang untuk dikerjakan. Kerjakan dengan sebaik-baiknya akal yang Allah anugerahkan per hari ini. Jika niatnya adalah mengumpulkan poin ‘kebaikan’ di hadapan-NYA, tidak perlu takut salah lalu diam menunda. Memaksimalkan akal adalah syukur kita, semoga ALLAH Limpahi dengan akal yang lebih Tertuntun dan semakin menuju-NYA.
[وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَلَدَيْنَا كِتَـٰبٌ يَنطِقُ بِٱلْحَقِّ ۚ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ [٢٣:٦٢
Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran (kitaabun yuntiquuna bil Haqq), dan mereka tidak didholimi.
Yakini bahwa kondisi apapun yang sedang kita hadapi hari ini, ada daya juang kita yang sudah ‘dicukupkan’-NYA. Kita sebagai makhluk-NYA adalah bagian ayat kauniyah (semesta penciptaan), maka seharusnya amal kita sebagai bagian kitab Penciptaan-NYA dituturkan secara haqq. Berlaku secara tepat & benar, melihat apa yang ditakdirkan. Sungguh sebenarnya jika kita mampu ‘bertutur secara haqq’, maka kita tidak mungkin di-dholimi. Tidak akan di-gelap-kan. Cahaya Petunjuk-NYA akan senantiasa menuntun…
[بَلْ قُلُوبُهُمْ فِى غَمْرَةٍ مِّنْ هَـٰذَا وَلَهُمْ أَعْمَـٰلٌ مِّن دُونِ ذَٰلِكَ هُمْ لَهَا عَـٰمِلُونَ [٢٣:٦٣
Tetapi hati orang-orang itu dalam kesesatan dari (memahami) ini, dan mereka mempunyai perbuatan-perbuatan lain yang terus mereka kerjakan.
[حَتَّىٰ إِذَآ أَخَذْنَا مُتْرَفِيهِم بِٱلْعَذَابِ إِذَا هُمْ يَجْـَٔرُونَ [٢٣:٦٤
Hingga apabila Kami timpakan azab, kepada orang-orang yang hidup mutrofiihim (berbangga/bermewah dengan amalnya) di antara mereka, dengan serta merta mereka memekik minta tolong.
Masya ALLAH, bergidik sendiri ketika menuliskannya. Dua ayat di atas menjelaskan bahwa ketika amal yang dikerjakan tidak haqq, maka azab NYA turun…
[لَا تَجْـَٔرُوا ٱلْيَوْمَ ۖ إِنَّكُم مِّنَّا لَا تُنصَرُونَ [٢٣:٦٥
Janganlah kamu memekik minta tolong pada hari ini! Sesungguhnya kamu tiada akan mendapat pertolongan dari Kami,
[قَدْ كَانَتْ ءَايَـٰتِى تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنتُمْ عَلَىٰ أَعْقَـٰبِكُمْ تَنكِصُونَ [٢٣:٦٦
Sesungguhnya ayat-ayat KU selalu dibacakan kepada kamu sekalian, tetapi kamu selalu berpaling ke belakang.
astagfiruLLAH Al Adzhiim…
Ramadhan sudah berjalan se-per-tiga lebih. Semoga yang lalu menjadi bekal, dan yang berikutnya semoga diisi dengan kebaikan (Al Khair) bukan sekadar kesia-siaan. Allahumma amiin…
“bimbing kami dengan Pengetahuan yang Haqq dari Sisi MU, yaa Rabb…”
Jakarta, 11 Aug 2011

Comments»
No comments yet — be the first.