<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: gigi&#8230; akar&#8230; pohon&#8230;</title>
	<atom:link href="http://cqe3.wordpress.com/2008/11/18/gigi-akar-pohon/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cqe3.wordpress.com/2008/11/18/gigi-akar-pohon/</link>
	<description>just wanna share about anything...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Nov 2009 08:55:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: kk</title>
		<link>http://cqe3.wordpress.com/2008/11/18/gigi-akar-pohon/#comment-160</link>
		<dc:creator>kk</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 16:43:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cqe3.wordpress.com/?p=221#comment-160</guid>
		<description>Alhamdulillah dapat ilmu, wah materi SS muncul disini :), nuhun resumenya.. ^_^
salut, peristiwa dalam kehidupan sehari2 mmg perlu &#039;dihubungkan&#039;
mudah2an termasuk Al-Ulil Albab..
(punten baru berkunjung lg:)
masuk ke RSS Feed deh..

*****

&lt;em&gt;???
sami-sami, kak
tapi ku ga paham komen terakhirnya :D&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah dapat ilmu, wah materi SS muncul disini <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , nuhun resumenya.. ^_^<br />
salut, peristiwa dalam kehidupan sehari2 mmg perlu &#8216;dihubungkan&#8217;<br />
mudah2an termasuk Al-Ulil Albab..<br />
(punten baru berkunjung lg:)<br />
masuk ke RSS Feed deh..</p>
<p>*****</p>
<p><em>???<br />
sami-sami, kak<br />
tapi ku ga paham komen terakhirnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dimas</title>
		<link>http://cqe3.wordpress.com/2008/11/18/gigi-akar-pohon/#comment-155</link>
		<dc:creator>dimas</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 14:26:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cqe3.wordpress.com/?p=221#comment-155</guid>
		<description>A tree is known by its fruit; a man by his deeds. A good deed is never lost; he who sows courtesy reaps friendship, and he who plants kindness gathers love.
-- Basil (329-379 A.D.)

*****

&lt;em&gt;Makasih tuk definisinya, kak :)
but...siapakah Basil?&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>A tree is known by its fruit; a man by his deeds. A good deed is never lost; he who sows courtesy reaps friendship, and he who plants kindness gathers love.<br />
&#8211; Basil (329-379 A.D.)</p>
<p>*****</p>
<p><em>Makasih tuk definisinya, kak <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
but&#8230;siapakah Basil?</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cinug</title>
		<link>http://cqe3.wordpress.com/2008/11/18/gigi-akar-pohon/#comment-154</link>
		<dc:creator>cinug</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 01:46:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cqe3.wordpress.com/?p=221#comment-154</guid>
		<description>Pohon itu adalah pohon taqwa. Akarnya adalah iman, buahnya adalah hasanah (ilmu, akhlak, amal). Hasanah adalah lawan dari sayyiah, seperti dijelaskan pada QS. Al Furqaan[25]: 70, “Kecuali yang bertaubat, beriman, dan mengerjakan amal-shaleh, mereka itulah yang Allah ganti sayyiah-nya dengan hasanah. Dan adalah Allah itu al-Ghafur ar-Rahiim.”
Pohon itu tumbuh dalam qalb. Oleh karena itu, Terdapatnya taqwa pada diri seseorang bukanlah sesuatu yang mudah diidentifikasi secara lahiriah, karena ia terdapat di qalb. Yang tampak dari luar adalah buah dari taqwa tersebut seperti dijelaskan pada hadits qudsi berikut:
“Allah ta’ala mempunyai wadah di bumi–Nya yaitu diberbagai qalbu. Wadah yang paling disukai Allah, yang paling kuat, yang paling bersih dan yang paling lembut.”  
Orang bertanya kepada Rasulullah s.a.w.: “Wahai Rasulullah, dimanakah Allah? Di bumi atau di langit? Rasulullah s.a.w. menjawab: “Allah ta’ala bersabda: ‘Tidak termuat Aku oleh bumi-Ku dan lelangit-Ku, dan termuat aku oleh qalb hamba-Ku, yang mu’min, yang lemah-lembut, yang tenang-tenteram.”

*****

&lt;em&gt;Redaksi lengkapnya gitu ya, Nug? yang cq tau... ujungnya adalah....kecuali qalb hambaku yang beriman... Hadis riwayat siapa sih? :)&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pohon itu adalah pohon taqwa. Akarnya adalah iman, buahnya adalah hasanah (ilmu, akhlak, amal). Hasanah adalah lawan dari sayyiah, seperti dijelaskan pada QS. Al Furqaan[25]: 70, “Kecuali yang bertaubat, beriman, dan mengerjakan amal-shaleh, mereka itulah yang Allah ganti sayyiah-nya dengan hasanah. Dan adalah Allah itu al-Ghafur ar-Rahiim.”<br />
Pohon itu tumbuh dalam qalb. Oleh karena itu, Terdapatnya taqwa pada diri seseorang bukanlah sesuatu yang mudah diidentifikasi secara lahiriah, karena ia terdapat di qalb. Yang tampak dari luar adalah buah dari taqwa tersebut seperti dijelaskan pada hadits qudsi berikut:<br />
“Allah ta’ala mempunyai wadah di bumi–Nya yaitu diberbagai qalbu. Wadah yang paling disukai Allah, yang paling kuat, yang paling bersih dan yang paling lembut.”<br />
Orang bertanya kepada Rasulullah s.a.w.: “Wahai Rasulullah, dimanakah Allah? Di bumi atau di langit? Rasulullah s.a.w. menjawab: “Allah ta’ala bersabda: ‘Tidak termuat Aku oleh bumi-Ku dan lelangit-Ku, dan termuat aku oleh qalb hamba-Ku, yang mu’min, yang lemah-lembut, yang tenang-tenteram.”</p>
<p>*****</p>
<p><em>Redaksi lengkapnya gitu ya, Nug? yang cq tau&#8230; ujungnya adalah&#8230;.kecuali qalb hambaku yang beriman&#8230; Hadis riwayat siapa sih? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dimas</title>
		<link>http://cqe3.wordpress.com/2008/11/18/gigi-akar-pohon/#comment-148</link>
		<dc:creator>dimas</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 08:14:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cqe3.wordpress.com/?p=221#comment-148</guid>
		<description>A funny little sister you have :-)

Akar, pohon dan buah ini pernah dibahas di SS tapi aku lupa ada pada pertemuan yang mana. Aku sisipkan percakapan Bawa Muhaiyaddeen tentang hal ini. Semoga membawa manfaat.

Seorang anak bertanya kepada seorang Sheikh, &quot;Bisakah engkau
mengatakan pada tingkat apa keadaanku saat ini?

Sang Sheikh menjawab, &quot;Sebuah benih harus ditanam pada saat yang tepat. Ketika ia mulai tumbuh, akarnya merambat ke dalam tanah dan mencengkram ke seluruh arah. Segera tanaman tersebut tumbuh menjadi sebuah pohon, dan pohon tersebut tumbuh semakin besar, dan berbuah. Ketika buahnya muncul, mereka tidak memiliki hubungan dengan tanah; walaupun pohonnya terhubung dengan tanah, buahnya memiliki hubungan dengan manusia dan setiap mahluk hidup lainnya.

&quot;Anakku, hidupmu juga seperti itu. Walaupun kau telah tumbuh begitu tinggi, seperti sebuah pohon, hubungan dan keterikatan akal pikiran, prasangka, dan hawa nafs-mu terhubungan kepada bumi dan dunia. Inilah keadaanmu saat ini.

&quot;Bagaimanapun anakku, kau memiliki sebuah hubungan di dalam qolb-mu, di dalam hatimu, yang mencari Tuhan. Akan ku jelaskan kepadamu maksud dari membangun hubungan itu. Ikuti arah ini baik-baik.

&quot;Sebanyak apapun hubungan yang kau miliki kepada dunia, jika kau ingin mencari Tuhan, jika kau ingin berjalan menuju Tuhan, kau, doamu dan ibadahmu harus berada dalam kedaan yang sama seperti pohon: walaupun pohon terhubung kepada tanah, ia memberikan buahnya pada siapapun. Walaupun kau terhunus kepada dunia, seperti sebuah pohon, niatmu harus seperti buah pada pohon: doa, ketaatan, ibadah, sifat-sifat, dan tindakan-tindakanmu harus terhubung kepada Tuhan, dan engkau harus
melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi seluruh mahkluk hidup tanpa mementingkan dirimu sendiri. Dan kau akan berjalan dengan baik pada jalan menuju Tuhan.

*****

&lt;em&gt;Luar biasa. Makasih, kak Dimas... :)&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>A funny little sister you have <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Akar, pohon dan buah ini pernah dibahas di SS tapi aku lupa ada pada pertemuan yang mana. Aku sisipkan percakapan Bawa Muhaiyaddeen tentang hal ini. Semoga membawa manfaat.</p>
<p>Seorang anak bertanya kepada seorang Sheikh, &#8220;Bisakah engkau<br />
mengatakan pada tingkat apa keadaanku saat ini?</p>
<p>Sang Sheikh menjawab, &#8220;Sebuah benih harus ditanam pada saat yang tepat. Ketika ia mulai tumbuh, akarnya merambat ke dalam tanah dan mencengkram ke seluruh arah. Segera tanaman tersebut tumbuh menjadi sebuah pohon, dan pohon tersebut tumbuh semakin besar, dan berbuah. Ketika buahnya muncul, mereka tidak memiliki hubungan dengan tanah; walaupun pohonnya terhubung dengan tanah, buahnya memiliki hubungan dengan manusia dan setiap mahluk hidup lainnya.</p>
<p>&#8220;Anakku, hidupmu juga seperti itu. Walaupun kau telah tumbuh begitu tinggi, seperti sebuah pohon, hubungan dan keterikatan akal pikiran, prasangka, dan hawa nafs-mu terhubungan kepada bumi dan dunia. Inilah keadaanmu saat ini.</p>
<p>&#8220;Bagaimanapun anakku, kau memiliki sebuah hubungan di dalam qolb-mu, di dalam hatimu, yang mencari Tuhan. Akan ku jelaskan kepadamu maksud dari membangun hubungan itu. Ikuti arah ini baik-baik.</p>
<p>&#8220;Sebanyak apapun hubungan yang kau miliki kepada dunia, jika kau ingin mencari Tuhan, jika kau ingin berjalan menuju Tuhan, kau, doamu dan ibadahmu harus berada dalam kedaan yang sama seperti pohon: walaupun pohon terhubung kepada tanah, ia memberikan buahnya pada siapapun. Walaupun kau terhunus kepada dunia, seperti sebuah pohon, niatmu harus seperti buah pada pohon: doa, ketaatan, ibadah, sifat-sifat, dan tindakan-tindakanmu harus terhubung kepada Tuhan, dan engkau harus<br />
melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi seluruh mahkluk hidup tanpa mementingkan dirimu sendiri. Dan kau akan berjalan dengan baik pada jalan menuju Tuhan.</p>
<p>*****</p>
<p><em>Luar biasa. Makasih, kak Dimas&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
