jump to navigation

Hari ini cukup bagiku July 10, 2008

Posted by Celine in my life.
trackback

Hari ini, cukup bagiku… kumulai hari dengan semangat, setangkup penuh doa dari mama dan papa, bergerak ketika jalanan masih sepi, menuju lab, mengulang kerjaan yang gagal kemarin :) then, meski sedikit koyak, gel elektroforesis hari ini lebih baik, pun ketika di transfer western blotting… kita lihat hasilnya besok.

Hari ini cukup bagiku… kampus indah banget ya? humm…harum daun. harum tanah basah. subhanallah… siang itu, salman pun terasa sangat damai. mentari yang bersinar terik tiba-tiba meredup, rupanya panas mentari sedang dikecilkan untuk meneduhkah jiwa-jiwa yang sedang bergerak, menggeliat seiring aliran semesta..

Hari ini cukup bagiku… bekerja dengan jiwa yang benyanyi, Terimakasih atas senandung-Mu, ups.. tapi ada sedikit kesalahan, pita bromphenol-blue nya ko miring ya? oke.. oke.. nanti coba kuulang 2 atau 3 hari kedepan, setelah run kali ini selesai. Btw, multitasking itu menyenangkan ya :)

Hari ini cukup bagiku… ketika sedang bekerja, sendiri, kumerasa ada yang memperhatikanku dari jendela pintu lab hibridisasi… refleks ku menoleh, hoalah, hehe, teman-teman labku sedang ‘nyengir’ disitu ‘maaf hari ini aku tidak bisa gabung di acara traktiran-mu, Bond, ni elektroforesis mesti diulang krn yang kemaren robek’ ujarku. ‘gpp’..Tiba-tiba….

… Adakalanya kita harus berlari,

Bersama kegelisahan pasti akan ada ketenangan

seringkali kita tertinggal atau bahkan jatuh tersungkur

Tapi kita juga pernah di atas,

mengangkat orang lain menunjukkan arah yang benar,

atau sekadar menertawakan kebodohan

untuk meringankan udara…

Hidup tidak pernah mudah,

dan kita hanya bisa mencoba,

tanpa berhenti berharap…

” Janganlah kau bersedih hati, karena sesungguhnya Allah beserta kita ” (QS. At Taubah: 40)

Bersama tangisan pasti akan ada senyuman

Bersama rasa takut akan ada rasa aman

Bersama kegelisahan pasti akan ada ketenangan…

Kusalin tulisan itu langsung dari anugerah terindah yang kudapat hari ini, ciee..ciee.. ko jadi melow gini… tapi jujur tadi speechless banget…. Beginikah rasanya ketika lidah terasa kelu karena luapan rasa, saking banyaknya – ribuan kalimat kompleks yang berebut untuk bermunculan ke permukaan – membuat diriku tak mampu mengucapkan apapun, sehingga biarlah air mata syukur itu yang jadi jawaban…

Bondri, Grace, Teh Esti, I Luv U all…!

^_^

“Maka Nikmat Tuhan-mu manakah yang pantas kau dustakan?”

Comments»

1. rasix - July 11, 2008

Bersama tangisan pasti akan ada senyuman

Bersama rasa takut akan ada rasa aman

Bersama kegelisahan pasti akan ada ketenangan…

….
aku seringkali takut ketika kupandang dari sudut lain. jadi bersama

Bersama senyuman pasti akan ada tangisan juga? bersama aman akan ada takut juga? bersama tenang akan ada gelisah juga?

syukurku atas nikmat tuhan yang sentiasa menganugerahkan permasalahan dengan berbagai misterinya

2. Celine - July 11, 2008

Seperti pisau dengan dua sisinya..?
yup, thinking out of the box,
karena seringkali kita aga kesulitan untuk memahami kedua sisi itu sekaligus.

Tapi ketika kita kesusahan, meski sulit, kita akan lebih mudah pahami hikmah kebaikan dibaliknya.
Bandingkan dengan…
Ketika kita sedang mendapatkan hal yang kita pikir kebaikan, bagaimana kita memahami bahwa mungkin dibalik kebaikan ini pun ada keburukan…?

Mungkin Cerita Cincin & Nabi Sulaiman bisa sedikit menjelaskan [dari sisi teori, karena prakteknya... sulit. Proses belajar seumur hidup!]

3. addaani2008 - July 14, 2008

hehe, sepertinya lebih lunak analogi dua wajah mata uang…
bersama kesulitan ada kemudahan
bersama kesulitan ada kemudahan (QS Al-insyirah)
titik waktu dimana Allah sedang menguji kita berupa kesulitan… maka di titik waktu yang sama Allah memberikan pula jalan kemudahan-Nya…
tergantung hati kita saat itu sedang lebih menghadapkan diri ke mana….
karena itu… energi doa dan energi doa lah yang memiliki kemampuan dahsyat membuat sang nurani kita, senantiasa menghadapkan diri pada wajah kemudahan, wajah jalan keluar, wajah penjaminan Allah dalam setiap urusan etc..
isn’t it?

4. bondri - July 24, 2008

jujur,,agak tersiksa waktu aku ga bisa lakukan apapun buat kamu
walo hanya sekedar untuk meringankan suasana hatimu..
seperti yg aku bilang,kalo aku bisa jadi alat WB ato IHC mu, aku mau.. kalo aku bisa jadi nitrogen cair mu, aku mau.. kalo aku bisa kasih kamu hipokampus yg udah dilatih maze, aku mau..
tapi…aku ga bisa…sampe2 buat “kado” untuk kamu kemaren aku ga bisa lakuin sendirian…
i love u,that’s all i wanna to say..
i love u,and i’m longing to see your smile… hehe…

5. Celine - July 26, 2008

@ kang’Dan, “..wajah kemudahan, wajah jalan keluar, wajah penjaminan Allah dalam setiap urusan etc..” itu ujung dari konsep tawakal [yang berbasiskan ikhlas] ya, Kang? Nice reminder :)

@ bondri my hunny ‘bobond’, Wah… speechless. Tapi mana tega aku menjadikanmu alat IHC, WB, apalagi jadi Nitrogen cair? Hehe…
‘Kado’ terindahku hari itu bukan ‘itu’nya, tapi kadoku itu adalah kamu, teh’Esti, dan Grace. Hiks… Semoga Allah senantiasa menjaga dan menuntun kita semua :)

6. Maryam - August 24, 2008

Woalaaah.. teteh.. teharu bacanya :) terimakasih untuk setiap semangat yang selalu terpancar ya teh… Maryam sayang teH ceLine…!! :D

*****
@ Maryam my sista, luv u too! :)