jump to navigation

[Film] Cuci Otak June 20, 2008

Posted by Celine in reminder.
trackback

Wuaa…
mengerikan!
itu yang terbersit dalam pikiranku ketika melihatnya.
mungkin teman2 pernah tau?
pernah dengar?
pernah menonton?
atau…pernah menyukainya…?
entahlah……….

secara tidak sengaja, saya mendapatkan film itu.
dari seorang adik yang tertawa terbahak-bahak dengan rekan-rekan sebayanya.
“kakak, liat deh…nanti kakak pasti ketawa”
karena pertemuan kami kala itu sangat singkat, maka dia men-save filenya di laptop saya, pertemuan hari itu pun ditutup dengan ‘wajah-wajah ceria khas anak-anak” di hadapanku…
mereka yang begitu ceria.

lantas beberapa hal membuat saya melupakan film itu.
sampai dengan 5 hari kemudian, ketika saya sedang memerlukan ‘coffe break’ saya teringat film itu. “ah yaa…saya punya film kartun, liat deh…”

Klik.

just wanna open with adobe flash player.

“ups….jadi keingetan belum install program ini..”

installing process finished.
this program ready to use.

“hmm…banyak sekali filmnya…apa ya? ah saya coba yang ini. Eye candy..”

film ini dimulai dengan irama ceria.
melodi kanak-kanak.
hidup dan riang.
tokohnya…lucu.

dan semua berbalik dengan [terlalu] cepat.
film ini menceritakan kekonyolan salah seorang tokohnya yang jatuh ketika sedang makan permen loli sambil jalan…huek…! loli-nya masuk menusuk ke dalam mata-nya. tak berhenti disitu..ketika si tokoh ini bersikukuh mencabut batang loli yang masuk ke matanya itu, bola matanya ikut tercerabut keluar…samapi sini saya tidak sanggup lanjutkan lihat film ini…mual….
teman2 saya di lab yang ada saat itu, mereka pun menunjukan ketidaksukaan mereka.

Saya teringat adik-adik yang memberikan film ini dengan wajah ceria.

Malam harinya, saya ceritakan ini pada aa-ku. komentarnya adalah “ah, mungkin kamu aga berlebihan dan penakut. Memang film kartun seperti apa sih…?”. Harus ada bukti yang ditunjukan. Jadilah saya musti tunjukkan [lagi] film ini pada aa-ku, bareng dengan 3 orang adik cowo-ku, yang sudah bukan anak-anak…

…ternyata di adegan selanjutnya dari film Eye Candy itu adalah…si tokoh berjuang mendapatkan kembali bola matanya yang tersangkut di atas pohon. Dengan penglihatan yang tidak sinergis, karena mata kanan melihat horizontal dan mata kiri melihat vertikal, dia kesulitan mengambil matanya. Sampai kemudian datang seekor burung, yang lucu, yang musik film-nya tetap riang, mematuki bola mata yang terlepas itu. Dia mengaduh kesakitan hingga jatuh, dengan bola mata menyangkut di batang pohon sehingga tubuhnya tergantung…yaks…tidak logis. Tapi menjijikan dan bikin perutku mules. Dia berjuang dengan memanjat ’saraf’ matany yang menghubungkan mata dengan tubuhnya, sampai diatas tergelincir, jatuh…otaknya tertinggal… si tokoh jatuh ke jurang, dan film pun ditutup dengan musik latar yang tetap ceria….

Saya teringat adik-adik yang memberikan film ini pada saya dengan wajah ceria.

Mungkin karena banyak ‘bodyguard’nya, dan rasa penasaran atas wajah ceria adik-adik sebelumnya, kami lanjutkan judul yang lain. Flippin’s Burgers. Then…sama parahnya. Diawali gelak riang dua sekawan gadis kecil di sebuah restoran. Bercanda. Hingga tak sengaja tokoh A menyemprotkan saus ke tokoh B. mereka tertawa bersama. Riang. Tiba-tiba muncul seorang tokoh C ke dalam resto, stelan tentara. Melihat saus di baju B, tokoh C ini berpikir perang. C pun kalap. Ditusuknya jantung gadis A dengan sedotan. Darah keluar dari jantungnya, gadis kecil A berjuang selamatkan darahnya dengan menyedot kembali darah yang keluar. Lagi-lagi tidak logis.. Kekalapan tokoh C dilanjutkan dengan menusuk kedua telinga gadis kecil B dengan botol kecap dan saus. Gila. Lalu koki restoran, tokoh D, dibenamkan mukanya ke penggorengan yang tengah menyala. Wajan disingkirkan. muka koki D dibenamkan lagi ke kompor yang menyala, hingga terburai burai seperti mie. Kekalapan tokoh C diakhiri dengan meledakan restoran. Semua mati. Darah. Dengan tenangnya, tokoh D ini mencelupkan kentang gorengnya ke saus darah di dekat mayat gadis B.. lagi-lagi dengan melodi riang khas anak-anak, dan film pun berakhir….

Saya [kembali] teringat adik-adik yang memberikan film ini dengan wajah ceria.

Jujur saja, saya sendiri tidak berani lanjutkan menonton seri-seri lainnya. Mual. Ada sekitar lebih dari 20 judul yang saya dapatkan dari mereka…

Yang lebih kubayangkan adalah ‘ada yang salah’ dalam pola pendidikan anak-anak kita, mereka yang demikian terdidik, cerdas, terpelajar… Tertawa ketika melihat film seperti itu? Dimana sisi humanisme mereka? Humor Satire yang tidak ada lucu-nya sama sekali, ujar seorang guruku. Tidak logis. Membunuh emosi dengan tetap membuat anak-anak tertawa ketika melihat ‘kejahatan’ di depan matanya. Tetap tersenyum. Tetap riang. Benar-benar film cuci otak. Hiks…

Getir….

Kuharap aku ga sendiri di antara orang2 yang berkeberatan dengan film ini [yang ternyata katanya dahulu pernah di putar di MTV ya..? Parah...]

‘Happy Tree Friends’

Comments»

1. aini26 - June 20, 2008

Waah…setelah membacanya sudah kuduga. Ternyata memang Happy Tree Friends.
Aku termasuk yang mual setelah menonton…bentar…sekitar…8 episode. Tapi dilanjutkan sampai selesai dan sudah itu mual-mual sekali.
Muaaaalll banget.
Btw, adik-adik yang memberikan film itu padamu…umurnya berapa?

2. Celine - June 22, 2008

Umurnya..sekitar 14-15 tahun.
Siswa teladan di sekolahnya. Cerdas luar biasa. Nah lho…
Oya, tau kinderheim 115? The 21st Century’s Boys? Johan dan Anne plus dr. Tenma?
Tiba-tiba saya berpikir, mustahil pembuat film ini tidak memiliki misi apapun dalam pembuatannya. Minimal saat ini saya masih ber-suudzhon. Ini adalah proyek film cuci otak. Anak-anak ‘dibunuh’ rasa takut dan sensasi emosional [ini memori terkait kawasan sistem limbik, khususnya amygdala, di otak kita]. Rasa itu hilang. Mengerikan.

3. aini26 - June 28, 2008

Wah…coba dites psycho…jangan-jangan dia……cuma nyari tes psycho teh dimana, ya? bisa di google, kali?

Kalo Monster pernah baca. Kalo 20th century ama 21st century belum baca, eui. Tapi aku suka :) walaupun emang banyak twist-nya gitu.
Emang filmnya udah ada? Mau :)
Kalo si pengarang Monster itu, Naoki Urasawa….kayanya emang gaya ngarangnya kaya gitu. Mungkin emang nggak ada maksud apa-apa, sih. Dulu aku pernah baca Master Keaton, jaman kuliah (telat bacanya, karena waktu aku SMA juga udah ada Master Keaton)….terus waktu baca Monster….mm….masih ada rasanya, kok. Ngg…ngerti nggak? Rasa kalo kedua manga itu dibikin oleh orang yang sama..gitulah…. Walaupun kalo secara cerita, sih….Monster lebih banyak twistnya daripada Master Keaton. Coba kamu cari-cari manga atau animenya Master Keaton. (animenya pernah kutemukan di rileks). Ceritanya, sih lebih drama, kurasa. Nggak cuci otak, kok :P

4. mianurindah - July 1, 2008

aku juga pernah nonton :D *kok kayak yang bangga*
gak mual mual sih..
cuma ya… “HA?? apaan ni???!” :O *bengong, ampe ga kontrol gitu de mukanya*

*miss u too :) *

5. Celine - July 1, 2008

hwehehe, iya teteh-ku… emang ga cuci otak ko buku-buku keren nya Naoki Urasawa itu, hmm.. swear, komik psikologis yang bagus! cuma maksudku itu… ketika baca di Monster ada panti asuhan Kinderheim 115 dengan tokoh jahatnya yang sekilas tampak bijak tapi aga-aga sadis..[duh, namanya siapa ya? aq lupa...], mendadak aq berpikiran bahwa sutradara atau penulis naskah ‘Happy Tree Friends’ ini adalah komplotan jahat pencuci otak dalam kisah Monster…
[hehe... maksa kan? penjahat yang cerdas dan ga ber-hati]

Miaw… cq yakin, mukamu kalo lagi ga kontrol pasti lucu banget… heuu…
>:D<

6. aini26 - July 8, 2008

Itu yang namanya orang psycho, Cel… Terlihat tidak berbahaya, tapi lebih sadis daripada orang yang tampangnya berangasan.

7. anggaman - July 11, 2008

dulu pertama kali nonton kartun sadis tuh ‘Itchy and Scratchy’ yg ada di serial kartun The Simpson waktu jaman masih SMP…..n gw suka :P
makanya pas ada Happy Tree Friend, wah..jadi penggemar deh :D
Jadi pengen bikin juga…untungnya gak bakat di bidang animasi, klo bakat mungkin skrg udah ada Teman Pohon Bahagia versi Indonesia nyahaha~

8. Celine - July 11, 2008

Angga… mengerikan…
:(
jadi ingat, di balik tasmu, selalu ada gunting, cutter, dan pisau lipat yang aga sedikit berkarat… plus jarum dan beberapa jepit hitam berujung runcing…
semoga dirimu bukan korban cuci otak akibat mengkonsumsi hal-hal seperti itu…

9. anggaman - July 13, 2008

hoho..bukan cq, barang2 itu mah peralatan penunjang ‘profesi’ aja :D
no no..sy jg gak mau lah jd korban cuci otak, mending jd pelaku deh
nyahaha~

10. Ayha - August 23, 2009

film keren!
* satire mode ON ~ sadis tepatnya :(